RSS

2013 #3

Teori simple tak sekompleks teori Darwin, tapi tak gampang sperti coba menangkap angin
Contoh,  standar manusia tapi standar yang mana?Karna semua ingin lebih dari sebelumnya
Jika satu tambah satu sama dengan dua, kenapa hitunganku slalu saja tidak sama?
Mungkin saja karna faktor X atau mungkin manusia slalu ikuti teks
Terkadang anak panahku melesat jauh, terkadang ku tangguh lalu kemudian jatuh
Aku coba bangkit meskipun sulit, kecepatan penuh dari bumi ke langit
Ku coba untuk bangkit... bumi ke langit
Meski terasa sulit... dari bumi ke langit
Terbang melayang... bumi ke langit
Dari bumi ke langit... dari bumi ke langit

(Lirik lagu Bumi ke Langit karya Bondan dan F2B)
***
22 Juli 2013
            Pagi ini aku terbangun di Bandung, tepatnya di kosan Uum – teman sekelas ketika SMA – yang berada di daerah Cilimus. Selain aku dan Uum, ada juga Dewi. Dewi ini saudaranya Uum yang kebetulan akan mengikuti Ujian Mandiri Universitas Pendidikan Indonesia (UM-UPI) juga. Berbeda denganku yang memilih Pendidikan Akuntansi dan Pendidikan Sejarah, Dewi memilih Pendidikan Olahraga dan Ilmu Komunikasi. Aku cukup bersyukur karena Uum yang merupakan mahasiswa Sastra Inggris UPI mau menampungku di kosannya sehingga aku tidak perlu kesulitan untuk menyewa tempat tinggal, selain itu Dewi yang kebetulan baru aku kenal kemarin ketika aku sampai kosan Uum terbilang sangat baik dalam menyambutku.
             Kemarin aku baru saja menyelesaikan ujian hari kedua untuk masuk Universitas Islam Bandung (UNISBA). Perjuangan kali ini memang terlalu berat. Aku harus mengikuti ujian masuk dua Perguruan Tinggi berbeda dalam waktu yang nyaris dekat dan berlangsung ketika bulan puasa. Semua ini aku lakukan sebagai dampak dari keputusanku yang memilih mengundurkan diri dari salah satu Perguruan Tinggi bergengsi di Kota Bogor. Aku cukup bersyukur bahwa hari ini merupakan hari kedua aku berhalangan (menstruasi), tapi tidak berpuasapun rasanya seperti berpuasa karena aku harus menghormati Uum dan Dewi. Seperti hari ini, aku ikut sahur dan hanya makan roti saja. Apa boleh buat, ternyata disekitar kosan Uum makanan sangat sulit dijumpai.
            Bandung terasa dingin karena sepanjang hari itu hujan selalu turun seolah ingin menentramkan pikiranku yang mulai sedikit stress. Aku dan Dewi terus membaca ulang materi, sedangkan Uum terkadang membantu memberikan soal untuk kami jawab. Siangnya, sekitar jam 1 setelah hujan cukup reda kami memutuskan untuk mencari ruang ujian kami. Aku dan Dewi diantar Uum ke Fakultas Ilmu Pengetahuan Sosial (FIPS) yang letaknya cukup jauh dari kosan Uum. Saat itu, UPI terlihat sangat keren dimataku, universitas didepan mataku ini adalah universitas terbaik di Indonesia dalam mencetak para calon pendidik. Banyak guru favoritku dulunya adalah mahasiswa UPI. Aku membayangkan gelar S.Pd (Sarjana Pendidikan) jika aku mampu masuk ke UPI. Ya Allah… aku hanya bisa berdoa dalam hati saat itu. Menjadi guru adalah mimpiku yang harus aku perjuangkan.
            Ruang ujianku berada dilantai 5 gedung FIPS, sedangkan Dewi ada dilantai 6. Uum sangat sabar mencarikan ruangan kami. Saat itu dimataku segalanya terlihat sangat istimewa. Dalam hati aku selalu berharap mimpiku akan menjadi nyata dimulai dari kampus ini. Setelah melihat ruangan, aku dan Uum mengantar Dewi ke Poliklinik UPI untuk membuat surat sehat, sebagai salah satu syarat uji keterampilan Penjaskes. Kami berpisah setelah itu, Uum pergi rapat, Dewi pulang ke kosan Uum sedangkan aku menemui Endi, salah satu temanku yang kuliah di Bandung juga.
            Sekitar jam 2 aku bertemu Endi di UPI. Dia kuliah di Politeknik Negeri Bandung (POLBAN). Dia mengajakku ke pasar baru dan kebun teh. Bandung terasa sangat dingin bagiku saat itu, ibarat kata aku ini anak pantai yang pergi ke gunung. Perbedaan suhu antara Cirebon dan Bandung sangat jauh berbeda. Jam 5 sore aku memutuskan untuk kembali ke kosan Uum. Ternyata Uum masih rapat dan berencana berbuka puasa bersama teman sekampusnya. Hal terkonyol saat itu adalah aku lupa jalan ke kosan Uum, aku menelepon Dewi berkali-kali tapi kami sama-sama bingung. Butuh waktu cukup lama sampai aku bertemu dengan Dewi. Akhirnya, aku berbuka puasa bersama Dewi diwarnai tawa karena kebodohan kami berdua.
23 Juli 2013
            Hari ini menu sahur kami sangat mengenaskan, hanya ada biskuit Good Time, bolu Amanda dan Sari roti, itupun semuanya terbilang sedikit untuk kami bertiga. Jam 6:30 pagi Uum mengantar aku dan Dewi ke FIPS. Hari ini adalah hari pertama UM-UPI. Ada dua ujian yaitu Bahasa Inggris dan Tes Potensi Akademik (TPA). Aku sangat bersyukur karena dapat menyelesaikan ujian dengan cukup baik. Masih aku ingat dengan jelas, Uum sudah menunggu kami didepan gedung setelah ujian. Aku sangat berterimakasih pada Uum atas segala kebaikan hatinya kepada kami. Menjelang buka puasa, lagi-lagi Uum berbuka dengan teman kampusnya dan lagi-lagi aku dan Dewi mengalami hal konyol. Kali ini Dewi membeli ayam goreng, tapi ternyata yang dia pilih adalah brutu, bagian pantat Ayam yang rasa dan baunya menurutku cukup membuat nafsu makan hilang, hahaha :D
24 Juli 2013
            Hari kedua UM-UPI, saatnya ujian inti yaitu IPS. Soalnya lumayan susah bagiku mengingat aku adalah anak IPA yang belajar IPS selama kurang lebih 3 bulan saja. Ternyata soal yang disajikan adalah soal mata pelajaran Sejarah, Ekonomi, Geografi, Sosiologi dan Akuntansi. Aku sama sekali belum pernah belajar Akuntansi. Semua soal aku jawab sepengetahuanku, sisanya aku mencoba untuk memilih jawaban yang sesuai dengan logikaku. Aku menyerahkan segalanya kepada Allah swt. Masih aku ingat saat itu Uum bertanya padaku “Gimana tadi bisa nggak, Tan?” aku hanya menjawab “Insya Allah swt. Eh Um kok rasanya aneh ya. Baru kali ini nama aku bener. Seumur hidup sejak TPA, SD, SMP sampai SMA nama aku selalu salah, kalau nggak Nur'aini, Nur'aeni ya Nurlaelah. Baru kali ini di UPI nama aku bener.” Dan jawaban yang selalu aku ingat dari Uum adalah “Itu kode kamu bakal diterima di UPI, Tan hahaha”
25 Juli 2013
            Hari ini aku diajak Endi wisata ke curug Cimahi. Pemandangannya sangat indah dan mengesankan meskipun butuh perjuangan untuk sampai ke curugnya. Aku bahkan mendapat ide untuk bahan cerpenku yang sedang aku kerjakan di rumah. Sekitar jam 4 sore aku memutuskan untuk pulang ke Cirebon. Aku diantar ke terminal Cicaheum dan meninggalkan Bandung dengan harapan yang besar akan mimpiku. Ya Allah swt izinkan aku kembali ke Bandung untuk menuntut ilmu... 
27 Juli 2013
            Hari ini saatnya pengumuman ujian masuk Universitas Islam Bandung (UNISBA) gelombang 3. Banyak pikiran berkecamuk dalam otakku, terutama masih adanya rasa kecewa akibat kegagalan di SBMPTN membuatku selalu takut untuk menerima kekalahan kembali. Aku memutuskan untuk membukanya sore hari, tapi siang itu teman kenalanku ketika ujian di UNISBA mengirim sebuah sms yang isinya memberitahukan bahwa dia diterima di Psikologi UNISBA. Akhirnya aku memberanikan diri untuk menerima segala hasilnya. Aku membuka link UNISBA dan memasukkan no ujianku yang cantik 3131347 dan… Alhamdulillah, aku diterima di Ilmu Komunikasi UNISBA. Betapa senangnya aku saat itu. Usahaku membuahkan hasil :’)
Hasil ujian masuk UNISBA
1 Agustus 2013
            Aku diantar Ayah ke polsek untuk membuat SKCK, salah satu syarat untuk registrasi ulang di UNISBA. Aku sangat senang saat itu, tapi ketika tiba giliranku seorang petugas bertanya “SKCKnya untuk apa Pak? Masuk perguruan tinggi ya? Perguruan tinggi mana, Pak?” dan jawaban Ayah yang saat itu cukup membuatku kesal adalah “Untuk masuk UPI Bandung, Pak.” Iya, aku kesal saat itu! Kenapa Ayah berkata seperti itu? Aku masuk UNISBA bukan UPI. Aku sama sekali belum tau hasil UM-UPI apa. Apakah Ayah malu aku masuk UNISBA yang notabene adalah perguruan tinggi swasta? Aku sangat sedih saat itu.
2 Agustus 2013
            Pengumuman UM-UPI akan dibuka pada tanggal 3 Agustus 2013 sedangkan registrasi UNISBA akan ditutup pada tanggal 3 Agustus 2013. Aku bingung, aku harus bagaimana? Daftar ulang dulukah? Bagaimana jika ternyata aku masuk UPI? Itu sama saja membuang uang. Kalau aku memutuskan untuk tidak daftar ulang, bagaimana jika aku gagal masuk UPI? Aku menyerahkan segalanya hanya kepada Allah swt. Saat itulah, Ibu memberi saran agar tanggal 3 Agustus aku dan Ayah harus ke Bandung untuk melihat pengumuman di UPI secara langsung, jika memang aku gagal maka aku dan Ayah sebaiknya cepat-cepat melakukan daftar ulang di UNISBA. Cukup masuk akal memang, tapi naluriku berkata aku harus membuka link UPI dan mencoba mencari tahu apa hasil UM-UPI secepatnya, dan ternyata… Alhamdulillah, pengumuman sudah bisa dibuka pada tanggal 2 Agustus 2013. Hasilnya? Aku hanya bisa menangis… iya menangis bahagia karena aku diterima di program studi Pendidikan Akuntansi Universitas Pendidikan Indonesia.
Hasil UM-UPI
            Betapa senangnya hatiku saat itu, aku bahkan memberitahu Ayah dan Ibu sambil menangis bahagia. Perjuangan dan pengorbananku untuk menggapai mimpiku terbayar sudah. Lelahku sudah menjadi abu yang hilang diterbangkan angin. Aku berhasil membuka gerbang untuk menjadikanku sebagai calon guru, seperti mimpiku. Meski faktanya mimpi itu terbilang hampir tercapai karena sejujurnya aku gagal menjadi calon guru matematika dan aku juga gagal kuliah di Yogyakarta seperti mauku. Setidaknya mimpiku sejak kecil untuk menjadi seorang guru akan tercapai suatu hari nanti. Segala yang terjadi memang tidak harus selalu sesuai target, harapan dan tujuan kita, tapi aku selalu percaya bahwa apa yang aku dapatkan saat ini adalah yang terbaik menurut Allah swt. Kali ini aku akan berjuang untuk calon muridku, karena merekalah semangatku selanjutnya……

***
Usaplah keringat yang mengalir membasahi keningmu
Angkatlah ke atas dagumu yang tertunduk layu
Jangan menyerah… jangan mengalah...
Bangunkan, bangkitkan semangat juangmu hingga membara
Yakinkan, pastikan inilah puncak segalanya
Barbanggalah karena kau adalah.. SANG JUARA

Kau luapkan energi terhebatmu
Terangi bumi dengan peluh semangatmu
Hadirkan buih keringat, basuhi raga
Basahi kulit, basahi jiwa, lalu busungkan dada

Keringat adalah hasil jerih payahmu 
Terbayar dengan semangat yang kau ambil
Terbang tinggi menuju awan
Dimana kau bisa lupakan semua lawan

Stiap langkah, stiap jiwa ditiap langkah
Mulai bercerita wakilkan semua mimpi-mimpi yang tenggelam
Siap menantang bumi dan..
KAU ADALAH PEMENANG!!

Bangunkan, bangkitkan semangat juangmu hingga membara!!
Yakinkan, pastikan inilah puncak segalanya
Berbanggalah karena kau adalah.. SANG JUARA!!
Yeah… SANG JUARA!! SANG JUARA!!
Owh.. SANG JUARA!! Yeah… SANG JUARA!!

Buat apa menangis, jika masih ada senyum
Buat apa kau mundur, kawan.. jika hidup berjalan maju
Bila kau terjatuh, sgera bangkit dan bangun
Pusatkan fikiran dan tetap melaju
F ke O dan K ke U...S....FOKUS, konstan! 
Tetap lihat ke depan kawan
Genggan erat pegangan, lihatlah titik tuju
Raih pusat sasaran, jadilah nomer satu
Bangun dan bangkitkan semangat juangmu hingga membara!!
Yakinkan, pastikan inilah puncak segalanya

Jangan menyerah..
Jangan mengalah..
Berbanggalah..
karena kau adalah
SANG JUARA!

(Lirik lagu Sang Juara karya Bondan dan F2B)



Punya mimpi? Yuk ceritain mimpi kamu...
Buka linknya di http://www.kontesmimpiproperti.com/

http://mimpiproperti.com/


1 comment:

ceritajengyuni mengatakan...

apapun mimpinya...minumnya pasti teh botol sosro....:) http://bit.ly/1laPIuO

Posting Komentar